Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1.000 SPPG Untuk Pesantren: BGN Pastikan 60% Santri Cukup Gizi

BANGKALAN, – Dadan Hindayana, kepala dari Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa mayoritas santri di Indonesia akan memiliki asupan nutrisi yang cukup berkat program pembangunan 1.000 unit Sarana Penyedia Kebutuhan Gizi (SPKG) yang dikhususkan bagi pesantren.

Dadan mengatakan bahwa 1.000 SPPG bisa mendukung program makan bergizi gratis (MBG) bagi 3 juta pelajar pesantren dari keseluruhan jumlah 5 juta peserta didik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sebanyak 5 juta santri tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan penambahan 1.000 SPPG ini, setidaknya dapat memberikan layanan kepada 3 juta dari jumlah tersebut," ungkap Dadan pada acara peresmian awal pembangunan SPPG di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Senin (26/5/2025).

"Jadi, kira-kira 60 persen dari para santri ini telah memperoleh pemenuhan kebutuhan gizi mereka," tambah Dadan.

Dadan menyatakan bahwa terdapat total 1.142 SPPG dirancang secara khusus bagi pesantren, dengan 142 di antaranya telah menerapkan program MBG di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.

Dia mengatakan bahwa program SPPG yang sedang berjalan ini sudah mencapai lebih dari 500.000 pelajar madrasah.

Dadan mengatakan, "Santri merupakan grup yang menerima manfaat dengan layanan tercepat."

Pada saat yang sama, secara total, telah terdapat 1.579 SPPG yang sedang berjalan dan menjangkau 4,24 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dadan menyatakan bahwa angka-angka tersebut mengindikasikan semua tujuan yang telah ditentukan oleh pemerintah sudah dicapai dan melebihi harapan.

"Tujuan kita pada akhir bulan April adalah 3 juta orang yang menerimanya, namun ternyata telah melebihi menjadi 3,3 juta. Untuk target bulan Mei sebesar 4 juta, nyatanya sudah dicapai hingga 4,24 juta," ujar Dadan.

"Maka nampaknya setiap kali menetapkan tujuan selalu dilewati," tambahnya.

Dadan menyebutkan bahwa semangat masyarakat untuk mengembangkan SPPG sungguh besar, dengan jumlah 14.000 kandidat mitra yang telah terdaftar dan saat ini masih dalam tahap pengecekan.

BGN bertujuan untuk memiliki setidaknya 7.000 gerai layanan di bulan Agustus 2025, dengan kapasitas untuk mengabdi kepada 20 juta orang yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Oleh karena itu, Dadan optimis bahwa program MBG akan mencapai semua sasaran sebanyak 82,9 juta penerima manfaat di Indonesia hingga akhir tahun 2025.

"Target kita bulan Agustus sekitar 20 juta penerima, dan menurut perkiraanku, pada saat itu sudah dapat memberikan layanan kepada 30 juta orang yang berhak di seluruh Indonesia," ujar Dadan.

"Semoga pada akhir tahun nanti kita telah dapat menangani sebanyak 82,9 juta orang," katanya.